Selasa, 25 Juni 2019

What is Agent Based Modeling (ABM) Di zaman yang moderan ini, teknologi terus berkembang secara pesat. Banyak parah ahli menciptakan teknologi baru yang canggih. Sistem yang ada dalam kehidupan semakin kompleks, di sisi lain alat dan metode (tool/toolkit/simulasi) yang ada sekarang tidak dapat merepresentasikan sistem yang semakin kompleks tersebut sehingga dibutuhkan metode baru untuk menanganinya.. Selain itu sistem komputasi juga sudah mampu untuk menangani komputasi hingga tingkat micro-data. Melihat beberapa need tersebut maka muncul lah Agent Based Modeling (ABM). Definisi Agent Based Modeling (ABM) Agent based modeling adalah model simulasi yang menggambarkan individu-individu (agen) dalam sebuah sistem yang kompleks dan dinamis. Adapun nama- nama lain dari ABM antara lain IBM (Individual Based Modeling), ABS (Agent Based Simulation), dan MAS (Multi Agent System). Semua nama-nama tersebut mengandung pengertian yang sama dengan ABM. Konsep Dasar ABM 1. ABM merepresentasikan sebuah sistem yang komponennya berupa individu dan perilakunya 2. ABM memodelkan agen individu bukan hanya memodelkan variabel-variabel yang merepresentasikan keseluruhan sistem 3. Agen mempunyai sifat heterogen dan otonom serta dapat berinteraksi antar agen dan lingkungannya 4. Agen mempunyai sifat adaptif dimana agen dapat menyesuaikan diri dengan kondisinya saat ini, dengan agen yang lain, dan dengan lingkungannya 5. Agen menangani masalah yang berhubungan dengan emergence (sistem dinamis yang muncul akibat hubungan antar agen atau antara agen dengan lingkungannya) 6. ABM berhubungan dengan 2 atau lebih level dan saling berinteraksi 7. ABM dapat menjelaskan hubungan timbal balik antara sistem dan individu (apa yang terjadi pada sistem karena perilaku individu dan apa yang terjadi pada individu karena kerja sistem) Perbedaan ABM dengan Model Sistem Lain ABM 1. Pendekatan Bottom Up (dari bawah ke atas, sistem dianalisis dengan melihat perilaku tiap individu sehingga membentuk keseluruhan sistem) 2. Yang dimodelkan adalah individu/agen 3. Proses menjadi emergence dari pemodelan Discrete Event Simulation (DES) 1. Pendekatan Top Down (dari atas ke bawah) 2. Yang dimodelkan adalah prosesnya 3. Agen bersifat homogen dan tidak mempunyai otonomi untuk bergerak sendiri karena sudah ditentukan geraknya oleh modelernya System Dynamic (SD) 1. Pendekatan Top Down 2. Yang dimodelkan adalah stock flow nya 3. Agen dalam stock bersifat homogen Kapan ABM Digunakan? ABM digunakan jika kita pikir penting untuk memasukkan individu dan perilakunya ke dalam sebuah model. Beberapa contoh aplikasi ABM dalam pemodelan antara lain: – Aplikasi evakuasi bencana (mengetahui lama waktu evakuasi, jalur evakuasi, dll) – Aplikasi difusi teknologi (berapa lama penetrasi teknologi dalam masyarakat) – Aplikasi kebakaran lahan (melihat pola sebar api) – Aplikasi penggunaan lahan hijau – Aplikasi pemilihan strategi perusahaan – Aplikasi untuk mengetahui pembentukan suatu negara – Aplikasi untuk mengetahui proses penyebaran penyakit – Dll Keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk bisa mengaplikasikan ABM 1. System thinking untuk memikirkan dan mendeskripsikan sebuah model sistem 2. Pemograman 3. Strategi untuk mendesain dan menganalisis model. Software yang bisa digunakan untuk mendesain simulasi ABM antara lain Repast, NetLogo, StarLogo, C, C++, Java, Pascall, dll. Kelemahan dan kekurangan ABM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar